<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4464">
 <titleInfo>
  <title>Kolonialisme dan Etnisitas:</title>
  <subTitle>Batak dan Melayu di Sumatra Timur Laut</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Daniel Perret</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Kepustakaan Populer Gramedia, Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional Jakarta</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>448 hlm.; 24 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>SUMATRA TIMUR LAUT merupakan kawasan yang sangat menarik untuk meninjau sejarah etnisitas di Nusantara. Dari dulu para pengembara, kemudian para ilmuwan, beranggapan bahwa Sumatra Timur Laut didiami dua masyarakat utama yang dikatakan terpisah: masyarakat Melayu yang hidup di tepi laut, beragama Islam, beradab, dan terbuka pada dunia luar; dan masyarakat Batak di pedalaman yang hidup secara tertutup dengan kepercayaan sendiri sebelum memeluk agama Kristen. Sepertinya yang menentukan kehidupan sosial sejak ratusan tahun lalu adalah etnisitas.&#13;
&#13;
Buku ini menyajikan tafsiran yang lain tentang sejarah Sumatra Timur Laut sampai Perang Dunia II. Walaupun sumber-sumber sejarah prakolonial mengenai kawasan itu tidak banyak, telah ditunjukkan bahwa sebenarnya masyarakat di pedalaman dan masyarakat di tepi laut bukan dua satuan etnis yang bertentangan. Sebaliknya keduanya adalah golongan-golongan sosial yang bergantung satu sama lain, sejak setidaknya akhir milenium pertama Masehi hingga akhir abad ke-19.&#13;
&#13;
Pemisahan antara masyarakat pantai dan pedalaman baru timbul setelah keda-tangan penjajah bersama suatu gelombang migrasi yang luar biasa besar mulai akhir abad ke-19 secara bertahap, yang menyebabkan kesenjangan sosial dan ekonomi. Sesudah tiga dekade yang diwarnai aksi sejumlah gerakan berdasarkan nativisme dan mesianisme, maka baru pada akhir 1910-an etnisitas mekar dengan nyata</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SOSIOLOGI</topic>
 </subject>
 <classification>305. 8 Per k</classification>
 <identifier type="isbn">9789799102386</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Guided by Faith and Knowledge YPSA Digital Library</physicalLocation>
  <shelfLocator>305. 8 Per k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">9789799102386</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>305. 8 Per k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Kolonialisme_dan_Etnisitas.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4464</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-14 11:48:41</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-14 11:49:21</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>