Image of Merantau Ke Deli

Text

Merantau Ke Deli



".....o, abang! Banyak ..... banyak sekali yang teringat olehku. Kian lama saya menangis, kian banyak yang terupa, sehingga air mataku jatuh tak tertahan-tahan. Pertama, sudah terbayang-bayang di muka saya bagaimana kesengsaraan yang akan kita tempuh, yang berat dan ringannya akan terpikul di atas bahu abang sendiri. Akan sanggupkah abang beristeri seorang lagi? Bukankah menurut adat kampung halaman abang sendiri..... seorang lelaki ke mana pun dia merantau, maka hásil pencariannya itu mesti ditumpahkannya di muka isterinya. Hawa nafsu orang kampung mesti abang cukupkan, apa lagi hawa nafsu isteri sendiri. Dia meminta sawah dan rumah, meminta perkakas gelang dan perhiasan-perhiasan yang lain. Dan dia tidak akan tahu dari mana abang memeras tenaga untuk keperlukannya itu. Selama ini isteri abang hanya adinda seorang, adinda tidak mengharapkan senang atau harta benda abang. Berilah adinda sehelai selimut penutup badan, berilah sepertegak kain penutup tubuh, beroleh nasi setempurung pagi setempurung petang, cukuplah itu sudah bagiku. Tetapi kalau abang beristeri seorang lagi, apalagi dia lebih muda, sekampung pula, abang akan sengsara, percayalah!. ..


Ketersediaan

9789839422429813 Ham mMy LibraryTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
813 Ham m
Penerbit Pustaka Dini : Selangor Darul Ehsan.,
Deskripsi Fisik
v + 181 hlm.; 20,5 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
983-9422-42-1
Klasifikasi
813 Ham m
Tipe Isi
Text Book
Tipe Media
Buku
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this