<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4351">
 <titleInfo>
  <title>第七天 The Seventh Day</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yu Hua</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher>New Star Press</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">en</languageTerm>
  <languageTerm type="text">English</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>225 hlm ; 21,5 × 14,5 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sebuah jiwa menceritakan kisah hidupnya dalam tujuh hari.&#13;
&#13;
Seorang pria bernama Yang Fei meninggal, namun jiwanya seolah tak jauh. Dia mengikuti jalan kenangan yang berkabut dan bertemu dengan berbagai macam jiwa:&#13;
&#13;
Dia bertemu cinta dalam hidupnya, dan mereka jatuh cinta tanpa keraguan tetapi dipisahkan oleh takdir;&#13;
&#13;
Dia bertemu dengan sepasang kekasih muda yang tinggal di sebelahnya, dan harapan serta kekecewaan mereka menyelinap melalui dinding tipis rumah sewaan ke dalam mimpinya;&#13;
&#13;
Dia bertemu dengan beberapa selebriti di surat kabar. Mereka tidak cocok satu sama lain dalam hidup, tapi dengan senang hati bermain catur bersama setelah kematian;&#13;
&#13;
Akhirnya ia bertemu dengan ayah angkatnya yang telah hilang selama bertahun-tahun, dan akhirnya mengerti alasan mengapa ia pergi tanpa pamit...&#13;
&#13;
&quot;The Seventh Day&quot; adalah novel kelima Yu Hua. Ini adalah karya keputusasaan dan kehangatan, &quot;berani tapi tidak intoleransi, lucu tapi serius.&quot; Setelah jiwa-jiwa yang kesepian bertemu, mereka bercerita satu sama lain, dan suara mereka terjalin menjadi hutan cerita, dan akhirnya mereka tidak lagi kesepian.&#13;
&#13;
&quot;Kami duduk mengelilingi api unggun, dan ribuan kata diam-diam muncul dalam keheningan yang luas. Banyak kehidupan sederhana yang berbicara kepada dirinya sendiri.&quot;&#13;
&#13;
“Kami duduk diam, bukan untuk hal lain selain untuk merasa bahwa kami bukan satu, melainkan sebuah kelompok.”&#13;
&#13;
“Seperti pohon yang kembali ke hutan, setetes air kembali ke sungai, dan setitik debu kembali ke tanah.”</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Kesusastraan</topic>
 </subject>
 <classification>895. 13 Hua t</classification>
 <identifier type="isbn">9787513348744</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Guided by Faith and Knowledge YPSA Digital Library</physicalLocation>
  <shelfLocator>895. 13 Hua t</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">9787513348744</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>895. 13 Hua t</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>The_Sevent_Day.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4351</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-15 10:40:47</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-21 10:46:02</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>