<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2531">
 <titleInfo>
  <title>Sekolah Kreatif:</title>
  <subTitle>Sekolah Kehidupan yang Menyenangkan untuk Anak</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Heru Kurniawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Ar-Ruzz Media</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>234 hlm; 15 x 23 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sekolah adalah sebuah tempat yang digunakan untuk belajar. Namun, apakah proses belajar di sekolah sudah seperti yang diharapkan anak-anak. Beberapa dari kita pasti pernah mendengar bahwa beberapa anak justru malas untuk bersekolah karena bosan. Di samping beberapa aspek yang menyebabkan kebosanan muncul, salah satu hal yang membuat bosan bisa jadi adalah karena anak masih senang bermain. Lalu, dapatkah anak belajar sambil bermain? Pertanyaaan inilah yang menjadi ide awal munculnya sekolah kreatif. Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan, apakah yang dimaksud dengan sekolah kreatif? Buku di tangan pembaca ini memaparkan apa dan bagaimana sebuah sekolah dapat disebut sebagai sekolah kreatif. Beberapa pokok bahasan tentang sekolah kreatif dibagi ke dalam bab-bab sebagai berikut. Bab Pertama, sekolah kreatif adalah tempat yang menyenangkan untuk belajar. Bab Kedua, proses belajar yang dilakukan penuh kreativitas. Bab Ketiga, sekolah kreatif mempunyai guru kreatif. Keempat, anak-anak kreatif. Bab Kelima, sekolah kreatif mempunyai hubungan interaktif dengan orangtua dan masyarakat. Selamat membaca. Semoga bermanfaat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Sekolah</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SEKOLAH KREATIF</topic>
 </subject>
 <classification>371 Kur s</classification>
 <identifier type="isbn">9786023130641</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Guided by Faith and Knowledge YPSA Digital Library</physicalLocation>
  <shelfLocator>371 Kur s</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">132888</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Sekolah_Kreatif.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2531</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-25 11:53:39</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-08-08 16:33:47</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>