<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2194">
 <titleInfo>
  <title>Pending Emas</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Herlina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Toko Gunung Agung</publisher>
   <dateIssued>1985</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi + 534 hlm. ; 20,5 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Herlina Kasim, pejuang Trikora.&#13;
Saat itu Ia berhasil menyusup ke daratan Irian Barat bersama pasukan sukarelawan. Penyusupannya saat itu melibatkan kapal-kapal perang TNI AL. Aksi tersebut menjadi peristiwa fenomenal yang menjadi catatan perjuangan Herlina.&#13;
&#13;
Setelah itu, Herlina kemudian memutuskan untuk bergabung dengan pasukan yang saat ini dikenal sebagai Komando Pasukan Khusus (Kopasus). Ia adalah pasukan perempuan pertama yang terjun di hutan belantara Irian Barat.&#13;
&#13;
Selain berjuang di medan tempur, Ia turut andil dalam membimbing masyarakat di sana untuk menguasai baca tulis, berhias, cara berbusana. Pengalaman-pengalamannya tersebut kemudian dikumpulkan hingga menjadi surat kabar Mingguan Karya.&#13;
&#13;
Herlina memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan Belanda yang baik. Hal tersebut membuatnya mudah berkomunikasi dengan banyak orang. Selanjutnya, ia berkeliling Irian Barat untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, termasuk mengajarkan lagu Indonesia Raya.&#13;
&#13;
Kehadirannya begitu dicintai warga Irian. Saat berkunjung ke Sorong, ia sampai harus dibawa ke rumah seorang Kepala Kehutanan asal Tana Toraja agar tidak dikerumuni massa.&#13;
&#13;
Atas keberanian-keberanian dan perjuangan Herlina, sepulangnya Ia ke Jakarta, Presiden RI Ir. Soekarno pun memberinya hadiah berupa emas yang berbentuk seperti “kendi kecil” yang disebut “pending”, beratnya sekitar 1-2 kg.&#13;
&#13;
Saat ini Si Pending Emas tengah tergolek lemah di rumah sakit. Beberapa tahun terakhir, kondisi perempuan berusia 75 tahun ini terus menurun.&#13;
&#13;
Yang lebih memprihatinkan lagi, kerabat Si Pending Emas menyebut kesulitan untuk mengurus adminsitrasi pembiayaan di rumah sakit.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Biografi Tokoh Wanita</topic>
 </subject>
 <classification>920. 72 Her p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Guided by Faith and Knowledge YPSA Digital Library</physicalLocation>
  <shelfLocator>920. 72 Her p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">130274</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Pending_Emas.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2194</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-25 11:53:39</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-07 15:04:42</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>