<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1739">
 <titleInfo>
  <title>Masalah Darah Wanita</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Shaleh Al-Utsaimin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Gema Insani</publisher>
   <dateIssued>1999</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>72 hlm ; ilus ; 18 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tahukah Anda tentang haid dan nifas? Dua hal yang membersamai wanita dalam suatu keadaan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya perkara ini (haid) adalah ketetapan Allah bagi kaum wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim).&#13;
&#13;
Hukum yang berkaitan dengan darah wanita merupakan tema penting yang patut diketahui setiap kaum muslimin, terlebih lagi para muslimah. Karena mereka mengalaminya secara langsung dan hal tersebut berkaitan langsung dengan ibadah mereka; seperti shalat, puasa, membaca Al-Qur’an, hubungan dengan suami, dan selainnya. Sementara kaum pria, sekali pun tidak mengalaminya secara langsung, hendaknya mereka juga mengetahuinya, karena di sekitar mereka terdapat banyak wanita muslimah; seperti ibu mereka, saudari mereka, bibi, dan istri-istri mereka yang membutuhkan bimbingan.&#13;
&#13;
Dan dari sisi realita, masih banyak kaum muslimin dan muslimat yang belum memahami tema ini dengan benar. Mereka hanya bersandar kepada apa yang mereka dapati secara turun temurun dari orang tua mereka atau membenarkan sesuatu yang belum pasti keabsahannya. Padahal beragama yang benar haruslah berpijak kepada sumber yang valid, yaitu firman Allah dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>WANITA</topic>
 </subject>
 <classification>297. 5 Alu m</classification>
 <identifier type="isbn">979561245x</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Guided by Faith and Knowledge YPSA Digital Library</physicalLocation>
  <shelfLocator>297. 5 Alu m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">1000955</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Masalah_Darah_Wanita.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1739</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-25 11:53:39</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-10-13 09:53:57</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>